Ada Apa Anak Kabur Dari Rumah, Ini Pendapat Psikologi Polres Purbalingga

Ada Apa Anak Kabur Dari Rumah,  Ini Pendapat Psikologi  Polres Purbalingga


Purbalingga - Seorang siswi di Kabupaten Purbalingga dilaporkan hilang oleh orang tuanya setelah pamit pergi ke sekolah namun tidak kunjung pulang. Siswi tersebut ternyata pergi sendiri ke Yogyakarta hingga berhasil ditemukan oleh polisi dari Polres Purbalingga setelah sepekan meninggalkan rumah.

Psikolog Polres Purbalingga Ipda Teguh Susilo, S.Psi., M.Psi., Psikolog menyampaikan bahwa banyak faktor yang dapat melatarbelakangi persoalan anak sehingga melakukan tindakan kabur atau pergi dari rumah. 

Salah satunya adalah faktor kurangnya komunikasi antara anak dan orang tua. Contohnya, anak asyik dengan dunianya sendiri, sedangkan orang tua sibuk dengan aktivitasnya sendiri," ucapnya, Sabtu (15/1/2022).

Selain itu, menurutnya persoalan anak juga bisa terjadi akibat pengaruh dari luar. Seperti sekarang ini yang merupakan era digital, dimana pola pikir anak gampang dipengaruhi perilaku dari luar. Perilaku bisa ditiru dari media sosial maupun internet yang sekarang sangat mudah diakses. Apabila tidak ada filter, hal negatif bisa mempengaruhi perilaku anak.

Oleh karenanya diperlukan peran semua pihak mulai dari orang tua di rumah maupun guru saat di sekolah. Karena usia anak-anak masih membutuhkan perhatian agar tidak salah dalam melakukan tindakan,jelasnya.

Menurutnya, peran orang tua sangat diperlukan untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas anak. Dengan pengawasan, komunikasi dan kedekatan antara orang tua dan anak bisa menghindari perilaku negatif anak. 

Perilaku orang tua juga harus bisa menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya. Karena anak bisa meniru perilaku dari orang tuanya baik perilaku positif maupun negatif. Jadikan orang tua sebagi guru di rumah,ucapnya.

Sejumlah aktivitas menurutnya bisa dilakukan agar hubungan antara orang tua dengan sang anak bisa dekat. Misalnya makan bersama, ngobrol bersama dan aktivitas lainnya yang dilakukan bersama di rumah. Sehingga bisa menjadi kontrol mencegah perilaku negatif anak.

Jadikan rumah sebagai tempat yang nyaman bagi anak. Kalau tidak, dikhawatirkan anak akan mencari kenyamanan di luar dan dapat berpotensi pada salah pergaulan,tegasnya.

Ipda Teguh menambahkan terkait persoalan anak, Polres Purbalingga juga membuka layanan konseling psikologi. Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut, kami berikan konseling secara gratis. Konseling bisa dilakukan dengan mendatangi ruang psikologi Polres Purbalingga. Pelayanan psikologi bisa dilakukan pada jam kerja dengan tetap mempedomani protokol kesehatan.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama