desain web seo friendly

Info Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

FITRA Menggelar Sekolah Anggaran Desa

Diposting oleh On 16.41.00

                       

Pemalang-Sekolah Anggaran Desa (Sekar Desa) di Kabupaten Pemalang yang difasilitasi oleh SEKNAS FITRA berkerjasama dengan KOMPAK atas dukungan DFAT sudah memasuki bulan ke-3 pada  Oktober 2019 ini. Progam Sekar Desa yang dimulai sejak bulan Agustus 2019 sudah berjalan di tiga desa, yaitu desa Sikasur, desa Belik, dan desa Kuta yang seluruhnya berada di kecamatan Belik kabupaten Pemalang.
Program Sekar Desa bulan Oktober 2019 fokus pada tema penataan kelembagaan dan mekanisme kerja BPD. Kegiatan tahap ke-3 ini dilakukan salah satunya bertujuan untuk mendorong BPD menetapkan peraturan tata tertib dan pembagian tugas anggota BPD serta pemetaan kegiatan rencana kerja BPD berdasarkan siklus pembangunan desa yang ada di Kabupaten Pemalang.

Maulin Ni’am, koordinator Progam FITRA Pemalang, menyatakan bahwa hasil yang diharapkan dalam Sekar Desa bulan Oktober kali ini agar BPD dapat menetapkan peraturan tata tertib BPD yang selaras dengan peraturan perundang-undangan. “tentunya harapan kami BPD dapat memiliki program dan rencana kerja yang komprehensif terkait fungsi pengelolaan aspirasi, legislasi, dan pengawasan kinerja pemerintahan desa,” terangnya.

Khusus di Kecamatan Belik, hanya BPD Desa Kuta satu-satunya yang sudah memiliki tata tertib dan rencana kerja BPD. “Kami akan terus mendorong itu, bagaimana adanya komitmen dan dukungan pendanaan bagi BPD untuk menjalankan tugas dan fungsi secara proporsional,” lanjut Niam.
Sekolah Anggaran Desa bulan Oktober 2019 dilaksanakan di masing-masing desa secara beruntun. Desa Kuta dan Belik mendapatkan giliran Sekar Desa pada hari Sabtu 12 Oktober dengan waktu siang dan malam hari, sedangkan Desa Sikasur pada hari Senin 14 Oktober dengan bertempat di Aula Balai Desa masing-masing.

Di lain pihak, para peserta merasa terbantu oleh program Sekar Desa yang dilaksanakan oleh Seknas Fitra ini. Hal ini diungkapkan oleh Setyo Tri Widodo, salah satu peserta dari Desa Kuta, ia menyatakan sudah ketiga kalinya mengikuti Sekolah Anggaran Desa. Pak Tri sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa dirinya merasa terbantu dengan adanya Sekolah Anggaran Desa ini. “Jelas ada banyak tambahan ilmu. Kalo untuk nanya sama pemerintah desa kita tidak ragu-ragu, karena sudah tahu regulasi. Aturannya saya jadi tahu.” ungkapnya yang juga merupakan Anggota BPD Desa Kuta ini.

Senada dengan Pak Tri, dari perwakilan disabilitas desa Kuta M. Syafi’i mengaku sangat senang bisa mengikuti program dari Fitra ini. “Bermanfaat sekali” ungkapnya. Sekar Desa masih akan terus berlangsung, setidaknya hingga akhir tahun 2019. Di bulan November selain mengadakan Sekolah Anggaran Desa, Fitra bersama BPD di masing-masing desa akan melakukan Pekan Aspirasi dan Aduan Masyarakat.(Wildan)

UMP Konsisten Tingkatkan Tradisi Literasi dan Ekonomi di Lingkungan Muhammadiyah

Diposting oleh On 00.17.00




Purwokerto-Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jawa Tengah, resmikan oprasional Suara Muhammadiyah Corner (SM Corner) di lingkungan kampus 1 UMP, Sabtu (19/10).
SM Corner tersebut adalah yang ke-47 di Seluruh Indonesia dan ke 2 di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) didirikan UMP di UMP Mart.
Peresmian itu ditandai dengan Penandatanganan Piagam dan Pemotongan Pita, dilanjutkan unjungan SM Corner – UMP Mart oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir MSi, didampingi Rektor UMP Dr Anjar Nugroho beserta jajaran, Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Drs H Tafsir MAg dan Direktur Suara Muhammadiyah Deni Asyari beserta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se Jawa Tengah.
Para rombongan disambut Drumband TK UMP dan sejumlah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) berjas UMP, beserta Talent UMP berkaos UMP untuk Indonesia.
Rektor UMP Dr Anjar Nugroho mengungkapkan, SM Corner adalah upaya UMP untuk meningkatkan minat baca khususnya mahasiswa, dosen dan karyawan yang ada di kampus untuk terus meningkatkan budaya literasi dan ekonomi dilingkungan Muhammadiyah.
“Minat baca dan ekonomi di lingkungan Muhammadiyah harus terus ditingkatkan, oleh karena itu UMP tergerak untuk membuka SM Corner dilingkungan kampus UMP,” ujar Rektor.
Dr Anjar juga menyambut baik keberadaan SM Corner di UMP ini, karena selain bisa menjadi tempat belajar, dan diskusi mahasiswa, SM Corner juga bisa untuk berburu buku, dan segala perlengkapan atau atribut Muhammadiyah. 

"UMP berusaha mendekatkan diri kepada masyarakat dan warga Muhammadiyah, tentu dengan adanya SM Corner ini membuat kita akan lebih dekat lagi dengan segala perlengkapan Muhammadiyah," ujarnya.
Direktur Suara Muhammadiyah Deni Asy’ari, MA mengungkapkan SM Corner memiliki misi sebagai sarana untuk menyebarkan semangat literasi dan konsolidasi ekonomi persyarikatan Muhammadiyah.

“SM Corenr yang ada di UMP ini adalah cabang yang ke 47 di Indonesia, dan kebetulan juga SM Corener yang ke 2 yang ada di lingkungan PTM, biasanya SM Corner kita kembangkan di struktur Muhammadiyah seperti PDM dan Wilayah, tetapi dilingkungan perguruan tinggi ini termasuk yang ke 2,” jelasnya.

Menurutnya ide besar dari jaringan SM Corner bukan semata-mata membuka oulet, namun semangat yang lebih utama adalah  tumbuhnya budaya enterpreneurship di lingkungan Muhammadiyah. Jika semangat tersebut sudah terbangun, maka program konsolidasi ekonomi persyarikatan,  sebagaimana yang menjadi gerakan pilar ketiga Muhammadiyah akan lebih mudah dijalankan. “Dalam gerakan ekonomi,  yang kita butuhkan action dan eksekusi,” ungkap Deni.

Diharapkan SM Corner mencoba hadir sebagai alternatif untuk menjadi bagian dari gerakan ekonomi persyarikatan. Salah satunya yaitu  dengan membangun jaringan 1000 outlet di lingkungan persyarikatan secara nasional dan juga membangun jejaring di luar negeri.(tgr)

Mahasiswa UMP Purwokerto ikuti Simposium Internasional di Malaysia

Diposting oleh On 02.30.00


Empat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengikuti simposium internasional ISICAS (International Symposium on Islam, Civilization and Science) di Universiti Kebangsaan Malaysia.
Acara tahunan tersebut diselenggarakan oleh Institut Islam Hadhari – UKM.
Kegiatan rutin ini dihadiri oleh mahasiswa, para doktor, profesor dari berbagai kampus di Asia.
Namun, satu yang menarik pada simposium tersebut hanya UMP yang mengirimkan peserta berstatus mahasiswa.
Peserta lain sudah bergelar semua.
Keempatnya adalah Jefry Lisaldi dan Esqi Noor Lisa dari Program Studi Pendidikan Agama Islam serta Muhammad Husni Adabi dari Prodi Agroteknologi dan Salma Fathina Hanin dari Pendidikan Bahasa Inggris.
Mereka terpilih sebagai Mentor dan Mentee berprestasi tahun 2019 yang diadakan setiap tahun oleh Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam UMP.
Jadi mereka berhak sit-in Singapura dan Malaysia serta mengikuti simposium atau seminar di luar negeri.
Mereka berempat didampingi oleh pembina mentor yaitu Iwan Fakhruddin, pembina dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Iwan menyampaikan sangat salut kagum dengan keempat mahasiswa berprestasi tersebut karena sudah berani menyampaikan presentasi pada simposium international, di hadapan para doktor dan profesor.
Bahkan ketika mereka menyampaikan materi, tidak ada raut wajah yang tegang atau grogi.
“Saya terbilang nekat mengikuti acara tersebut. Bagaimana mungkin tidak nekat? karena ternyata hanya empat Mahasiswa UMP yang masih student at undergraduate, semua Presenter selain dari kami adalah Para Profesor dan Doktor se Asia," terang Esqi.
Dia merasa sangat beruntung bisa bersama orang-orang hebat di tingkat internasional.
"Alhamdulillah wa syukurilah, kehadiran kami mahasiswa UMP membuat para presenters lain tercengang dan kagum karena students at undergraduate bisa mengikuti event internasional setinggi ini," imbuhnya.
Tidak  hanya itu, di antara empat mahasiswa ini ada yang meraih award sebagai Presenter Terbaik dalam ISICAS 2019.
"Tumpah ruahlah air mata saya karena yang memberikan penghargaan ini langsung dari Prof. Emeritus Dr. Mohd. Yusof dan Hj. Yasushi Kosugi dari Kyoto University Jepang. Selain itu saya banyak mendapat tawaran utuk bisa melanjutkan studi S2 dan S3 di Hadhari," jelasnya.
Keempat mahasiswa dan pembina mentor yang berangkat juga berkunjung ke Persatuan Muhammadiyah Singapura dan PCIM Malaysia untuk berdiskusi tentang Dakwah Islam dan Muhammadiyah di kedua negara tersebut.
Diskusi juga dilakukan dengan Hadhari Center berikut penjajakan kerjasama dengan Institut Islam Hadhari dan Fakulti Pendidikan Islam UKM terkait studi bidang Keislaman. (lppi/tgr)

Gua Liang Bua, Goa Wisata Bersejarah di NTT

Diposting oleh On 02.15.00

Wisata Bersejarah Gua Liang Bua, NTT
Gua Liang Bua merupakan peninggalan pra sejarah di Indonesia. Gua ini adalah salah satu dari banyak gua karst di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur di Indonesia. Gua ini terletak di Dusun Rampasasa, Desa Liangbua, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Di gua inilah ditemukan fosil Homo Floresiensis atau Manusia Flores, yang memiliki tinggi badan hanya sekitar 100 cm dan beratnya 25 kg.Tengkorak manusia ini diperkirakan hidup 13.000 tahun lalu, yang hidup bersama dengan gajah-gajah pigmi dan komodo.

Pada 2001 telah dilakukan eskavasi arkeologi yang merupakan kerja sama antara Pusat Penelitian Arkeologi Nasional bersama University of New England, Australia.

Gua Liang Bua menjadi tempat sejarah menarik untuk dikunjungi para wisatawan. Untuk mencapai kawasan wisata sejarah ini, di mulai dari kota Kupang Ibukota provinsi NTT, naik pesawat dengan waktu tempuh satu setengah jam ke kota Ende di Pulau Flores.

Kemudian, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Ruteng dengan angkutan umum berupa minibus dengan waktu sekitar 4 jam. Dari Kota Ruteng, dilanjutkan menuju Rampasasa, berjarak 13 km dengan menggunakan angkutan umum.

Sumber: telpiu.m2m (kaskus)

Lagi, Bupati Kader NasDem Lampung Ditangkap KPK

Diposting oleh On 02.46.00

Bupati Kader dari Partai NasDem di tangkap KPK. Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara yang merupakan ketua DPD partai NasDem Lampung Utara terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Operasi yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu malam (6/10) berhasil menangkap Agung. Kader Nadem tersebut langsung mengundurkan diri usai ditangkap KPK. Pengunduran diri dilakukan agar fokus menjalani proses hukum terkait kasus yang menjeratnya.

Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara yang merupakan ketua DPD partai NasDem Lampung Utara terjaring operasi tangkap tangan KPK
Tiga orang lainnya juga turut ditangkap terkait dugaan suap proyek di Dinas Pekerjaan Umum atau Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) di Lampung Utara.

Penangkapan ini menjadi rekor Bupati dari kader NasDem di Lampung yang ditangkap KPK total sudah 3 orang. Sebelumnya Bupati Lampung Tengah Mustafa, ditangkap KPK pada 2018. Mustafa merupakan Ketua DPD Partai NasDem Lampung Tengah. Di tahun yang sama, KPK juga menangkap Khamami, Bupati Mesuji. Khamami adalah Ketua Dewan Pembina NasDem Kabupaten Mesuji.

Agung merupakan putra kelahiran Kotabumi, Lampung Utara. Dia lahir pada 17 Agustus 1982 silam. Agung adalah bupati Lampung Utara dua periode. Ia sebelumnya menjabat sebagai bupati periode 2014-2019 dan kembali terpilih untuk periode 2019-2024.


Agung yang berpasangan dengan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Budi Utomo saat itu diusung koalisi partai NasDem, Gerindra, PAN, dan PKS. Ia dan Budi berhasil meraih 162.426 suara atau 50,85 persen dan mengalahkan dua calon lain.

Sebelum menjabat sebagai bupati, Agung merupakan Camat Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung.
Lihat juga: Ditangkap KPK, Bupati Lampung Utara Mundur dari NasDem.
Ia juga pernah maju menjadi calon bupati Way Kanan untuk menggantikan ayahnya, Tamanuri pada tahun 2010. Namun, gagal. Tamanuri dikenal sebagai bupati Way Kanan dua periode 2000-2010.

OTT terhadap Agung sendiri juga menambah jumlah kepala daerah yang ditangkap KPK. Dari data KPK sebelumnya, ada 114 kepala daerah yang telah ditangkap sepanjang tahun 2004 hingga Juli 2019.

Jumlah tersebut terdiri atas 17 gubernur, 74 bupati, dan 23 wali kota. Kebanyakan dari penangkapan ini terkait suap/gratifikasi, penyalahgunaan anggaran, dan pengadaan barang/jasa.

KPK menangkap Agung dan tiga orang lainnya pada Minggu malam (6/10).  (7/10).

Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif mengatakan KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status para pihak yang terjaring OTT. Apakah naik ke penyidikan menjadi tersangka atau hanya sebatas menjadi saksi.

"Sebagaimana hukum acara yang berlaku, maka KPK akan memproses lebih lanjut pihak-pihak yang diamankan tersebut. Dalam waktu paling lama 24 jam akan ditentukan status hukum perkara dan orang-orang yang diamankan," ujarnya.

Sumber berita asli: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191007102443-12-437367/bupati-lampung-utara-putra-daerah-muda-dan-diciduk-kpk