Empat Hari Diluncurkan, El Chicken Lazismu Pekalongan Jadi Primadona Pembeli

Empat Hari Diluncurkan, El Chicken Lazismu Pekalongan Jadi Primadona Pembeli


PEKALONGAN – Program UMKM El Chicken yang diluncurkan oleh Lazismu Kabupaten Pekalongan langsung mendapat sambutan positif dari masyarakat. Baru empat hari sejak resmi dibuka di sepuluh titik pada 2 Agustus 2026, gerai ayam geprek tersebut telah menjadi favorit pembeli berkat cita rasa sambal yang khas dan konsep pemberdayaan ekonomi yang diusung.

Salah satu pelanggan, Ghifari, pegawai koperasi swasta di Kecamatan Talun, mengaku puas dengan rasa ayam geprek El Chicken. Menurutnya, sambal yang disajikan terasa segar, pedas, dan nikmat dipadukan dengan ayam yang memiliki tingkat keasinan pas.

"Enak gepreknya. Sambelnya aku cocok. Sambelnya segar, pedas, tapi enak dinikmati. Rasa asin ayamnya pas. Kayanya bisa pesan lagi kalau buat tamu-tamu koperasi," ujar Ghifari.

Hal senada disampaikan Naufal, warga Kedungwuni, yang menilai cita rasa sambal El Chicken sangat menggugah selera.

"Rasanya nendang," katanya singkat.

Sementara itu, Ri Sumarni, warga Wiradesa, mengaku kerap kehabisan saat hendak membeli El Chicken di gerai Gumawang. Ia berharap gerai serupa juga dibuka di wilayah Wonopringgo yang lebih dekat dengan tempatnya bekerja.

El Chicken merupakan program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan Lazismu Kabupaten Pekalongan bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Nasyiyatul Aisyiyah Kabupaten Pekalongan. Saat ini terdapat sepuluh gerai yang beroperasi di Kajen, Karanganyar, Talun, Doro, Gumawang-Wiradesa, Kadipaten-Wiradesa, Kesesi, Ambokembang, Kedungwuni, dan Lebakbarang.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Pekalongan, M. Ali Sofyan, mengatakan kehadiran El Chicken menjadi bukti nyata sinergi antarlembaga Muhammadiyah dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah menjadi program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi antar lembaga di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah mampu mengubah amanah dana umat menjadi kekuatan kemandirian," ujarnya.

Ia berharap para pelaku UMKM binaan dapat terus berkembang hingga nantinya mampu memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

"Semoga seluruh gerai ini senantiasa diberkahi, usahanya lancar, dan menjadi contoh nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah adalah jalan mengangkat derajat saudara kita yang membutuhkan," tambahnya.

Manager Lazismu Kabupaten Pekalongan, Sutiknyo, menjelaskan bahwa El Chicken menerapkan konsep social entrepreneurship dengan sistem manajemen tunggal layaknya waralaba, namun berorientasi pada peningkatan kesejahteraan bersama, bukan keuntungan segelintir pihak.

Menurutnya, seluruh mitra dapat mengakses sistem manajemen keuangan secara terbuka dan real time. Selain itu, Lazismu juga memfasilitasi seluruh kebutuhan awal usaha, mulai dari etalase, kompor, wajan, tabung gas, x-banner, ayam berbumbu, tepung, minyak goreng, saus, hingga kemasan.

"Mitra hanya menyediakan tempat dan meja. Jika bahan habis, mitra dapat meminta stok lagi ke Lazismu. Alhamdulillah, rata-rata habis dalam beberapa menit hingga beberapa jam. Bahkan gerai Gumawang sering meminta stok lebih," jelas Sutiknyo.

Keberhasilan El Chicken dalam menarik minat masyarakat sejak hari-hari awal operasional menjadi bukti bahwa program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat dapat berjalan efektif sekaligus membuka peluang usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Posting Komentar

0 Komentar