Yogyakarta – SD Muhammadiyah Sapen kembali mencatatkan tonggak sejarah baru dengan meresmikan gedung baru Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS), Sabtu (4/7/2026).
Gedung yang berlokasi di Jalan Ring Road Selatan No. 37, Gatak, Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini diharapkan menjadi pusat pendidikan berstandar internasional yang mengusung nilai-nilai Islam Berkemajuan.
Peresmian dilakukan langsung oleh Haedar Nashir dengan menekan layar digital yang dilanjutkan penandatanganan prasasti sebagai tanda dimulainya operasional gedung baru MSUS.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh Muhammadiyah dan pemerintah, di antaranya Salmah Orbayinah, Ikhwan Ahada, Fajar Riza Ul Haq, Achmad Nurmandi, Muchlas, serta Warsiti, bersama jajaran pimpinan Muhammadiyah dari berbagai tingkatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan seni dari para siswa SD Muhammadiyah Sapen yang menampilkan berbagai atraksi budaya. Suasana semakin semarak saat paduan suara siswa membawakan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Sang Surya.
Ketua Tim Pembangunan MSUS, Gita Danupranata, M.M., menjelaskan bahwa pembangunan Muhammadiyah Sapen Universal School merupakan bagian dari ikhtiar besar Muhammadiyah dalam menghadirkan lembaga pendidikan yang unggul, modern, dan memiliki daya saing global.
Menurutnya, pembangunan gedung dilaksanakan oleh PT Karya Unggul Berkemajuan (PT KUP) yang dikelola para alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan sistem swakelola serta mendapat pendampingan dan pengawasan dari PT MPN, perusahaan milik Persyarikatan Muhammadiyah.
Ia mengungkapkan, kompleks MSUS berdiri di atas lahan seluas sekitar 8.200 meter persegi yang seluruhnya merupakan aset Persyarikatan Muhammadiyah. Sementara bangunan utama memiliki luas sekitar 4.947 meter persegi dengan enam lantai.
Proses pembangunan berhasil diselesaikan dalam waktu 274 hari kalender atau kurang dari satu tahun. Pengerjaan dilakukan setiap hari selama 24 jam penuh sehingga pembangunan dapat berlangsung dengan cepat tanpa mengurangi kualitas, jelasnya.
Sementara itu, Ketua PWM DIY, Ikhwan Ahada, menyampaikan rasa syukur atas berkembangnya ekosistem pendidikan Muhammadiyah di DIY. Ia mengatakan, setelah berdirinya TK ABA Semesta yang diinisiasi PP 'Aisyiyah, PWM DIY melanjutkan estafet pendidikan melalui pembangunan SD Muhammadiyah Sapen Universal School.
Ia juga menegaskan komitmen Muhammadiyah DIY untuk terus mengembangkan jenjang pendidikan berikutnya hingga SMP dan SMA yang mencerminkan karakter Islam Berkemajuan sekaligus berwawasan global.
Puncak acara ditandai dengan sambutan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi peradaban yang menentukan masa depan bangsa.
Haedar mengingatkan bahwa perjalanan SD Muhammadiyah Sapen dimulai dari kondisi yang sangat sederhana hingga kini berkembang menjadi Muhammadiyah Sapen Universal School dengan orientasi pendidikan bertaraf internasional.
Meski demikian, ia berpesan agar seluruh warga Muhammadiyah tidak melupakan sejarah perjuangan SD Muhammadiyah Sapen yang lama sebagai fondasi lahirnya lembaga pendidikan baru tersebut.
Ketika memperoleh sesuatu yang baru, jangan melupakan yang lama. Di situlah sejarah kita dan tonggak perjuangan yang sangat penting, tegasnya.
Haedar juga mengajak Muhammadiyah untuk terus menjadi pelopor dalam dunia pendidikan. Menurutnya, Muhammadiyah tidak boleh merasa puas hanya karena memiliki basis warga sendiri, sebab sikap merasa cukup hanya akan melahirkan stagnasi yang menjadi penghambat kemajuan.
Ia menambahkan bahwa tantangan pendidikan semakin kompleks. Oleh karena itu, lembaga pendidikan Muhammadiyah harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya saleh secara individual, alim, dan berakhlak mulia, tetapi juga menjadi pelaku kemajuan yang mampu membangun peradaban, memberikan solusi bagi masyarakat, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan dunia.


0 Komentar