Pemalang – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret menggelar Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk Micro Farm Based di Desa Gunungjaya, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Sabtu (4/7/2026).
Program ini menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi lokal berbasis tanaman nilam.
Kegiatan tersebut bertujuan mendorong kemandirian masyarakat dan pelaku UMKM dengan mengembangkan budidaya tanaman nilam, inovasi pengolahan minyak atsiri menjadi sabun aromaterapi, serta memperkuat strategi pemasaran Business-to-Business (B2B).
Program ini juga merupakan bagian dari hilirisasi hasil pertanian agar memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kolonel Inf. Edy Supriyadi, Prof. Dr. Sri Retno Dewi Ariani, S.Si., M.Si. selaku dosen UNS Surakarta sekaligus pengembang UMKM, Babinsa Desa Gunungjaya Peltu Kusnendar, serta para petani nilam Desa Gunungjaya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan sinergi antara perguruan tinggi, aparat kewilayahan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Melalui pendampingan yang diberikan, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan tanaman nilam menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi, seperti minyak atsiri dan sabun aromaterapi. Selain membuka peluang usaha baru, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat daya saing UMKM di Desa Gunungjaya.
LPPM UNS menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat melalui program pengabdian yang inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pengembangan potensi desa.
Dengan kolaborasi yang kuat antara akademisi, aparat kewilayahan, dan masyarakat, Desa Gunungjaya diharapkan mampu berkembang sebagai salah satu sentra budidaya tanaman nilam beserta produk turunannya di Kabupaten Pemalang.
.jpg)
0 Komentar