PEKALONGAN – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Sofwan Sumadi, memanfaatkan masa reses untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan edukasi politik kepada warga persyarikatan Muhammadiyah se-Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan yang digelar di Aula Masjid Hj Mutimah Dahlan Doro, Ahad (21/6/2026), tersebut dirangkaikan dengan agenda Sarasehan Peningkatan Kualitas Pengawasan Perda serta pembinaan organisasi.
Hadir dalam kegiatan itu jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Doro, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Doro, pimpinan ranting Muhammadiyah, kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), Nasyiatul Aisyiyah (NA), serta sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Sofwan Sumadi menekankan pentingnya pemahaman politik bagi masyarakat, khususnya kader organisasi.
Menurutnya, berbagai kebijakan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat merupakan hasil dari proses politik. Semua yang kita lakukan dan nikmati sehari-hari itu adalah keputusan-keputusan politik.
Oleh karena itu, kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus memahami, terlibat, dan ikut menentukan arah kebijakan yang berpihak kepada kepentingan umat dan bangsa,” ujar Sofwan.
Politisi asal Pekalongan itu juga mendorong generasi muda Muhammadiyah dan kader perempuan untuk aktif mengikuti ruang-ruang diskusi, majelis ilmu, serta kegiatan yang dapat meningkatkan wawasan dan kepedulian sosial.
Jangan hanya menjadi penonton perubahan, tetapi jadilah bagian dari orang-orang yang menghadirkan perubahan menuju kebaikan,” pesannya.
Menghadapi Pemilu Legislatif 2029 mendatang, Sofwan mengajak kader muda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah agar berani mengambil peran politik dengan mencalonkan diri sebagai wakil rakyat.
Ia menyebut peluang bagi kader perempuan juga terbuka luas dengan adanya ketentuan keterwakilan perempuan sebesar 30 persen dalam setiap daerah pemilihan.
Masalah modal bukan menjadi penghalang utama. Soal hasil akhirnya menjadi ketentuan Allah, tetapi kita tetap harus berikhtiar dan berusaha sebaik mungkin. Niat tulus untuk berkhidmat akan membuka jalan, ungkapnya.
Sementara itu, narasumber dari Majelis Ketenagaan dan Sumber Daya Insani (MKSDI), Gigih Setyanto, menyoroti pentingnya penguatan kapasitas dan militansi kader dalam menjaga keberlangsungan organisasi.
Menurutnya, kebesaran Muhammadiyah tidak lepas dari peran kader yang memiliki komitmen dan loyalitas terhadap persyarikatan.
Kader adalah jantung persyarikatan. Tanpa kader yang mau bergerak dan mendukung kerja organisasi, Muhammadiyah tidak akan berjalan maksimal, tegas Gigih.
Ia juga mengapresiasi sosok Mas Herlin Arab, kader lokal Doro yang dinilai konsisten dalam menghidupkan syiar organisasi dan menjadi contoh keteladanan bagi kader lainnya.
Gigih menjelaskan, kader ideal harus memiliki tiga karakter utama, yakni komitmen tinggi dalam menjalankan amanah, konsistensi dalam perjuangan, serta ketahanan ideologis dan integritas dalam menjaga prinsip organisasi.
Selain memberikan pembinaan organisasi, Sofwan Sumadi juga menyampaikan laporan kinerjanya selama menjalankan tugas di Komisi B DPRD Jawa Tengah.
Salah satu hal yang disampaikan yakni pengawasan terhadap pengelolaan Balai Benih Sapi dan Domba di Wonosobo serta dukungan melalui dana Pokok Pikiran (Pokir) Dewan bagi 104 lembaga pendidikan Muhammadiyah dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi.
Kegiatan reses tersebut berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme dari peserta. Melalui agenda tersebut, para kader berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat di tingkat provinsi terus terjalin untuk memperkuat aspirasi serta pembangunan di wilayah Doro.

0 Komentar