MPM PWM Jawa Tengah Gelar Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat Angkatan Pertama di Kendal


MPM PWM Jawa Tengah Gelar Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat Angkatan Pertama di Kendal

KENDAL – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menggelar Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (Sekam) angkatan pertama selama tiga hari, Jumat–Minggu (9–11/1/2026). Kegiatan ini berlangsung di Pondok Darul Arqom, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, dan diikuti puluhan peserta utusan MPM dari daerah-daerah eks Karesidenan Semarang.

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, Samsul Hidayat, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada MPM PWM Jawa Tengah atas kepercayaan yang diberikan kepada MPM PDM Kendal sebagai tuan rumah kegiatan Sekam. Menurutnya, pemberdayaan masyarakat dan umat menjadi hal yang sangat penting agar kehidupan sosial lebih bermakna dan membawa keberkahan.

Siang adalah waktu yang panjang untuk memberdayakan diri, keluarga, kerabat, serta lingkungan. Kiri kanan dan lingkungan harus diberdayakan di waktu siang, ujarnya.

Ia menambahkan, pemberdayaan lingkungan merupakan ikhtiar agar kehidupan masyarakat menjadi lebih bernilai dan penuh keberkahan. Samsul berharap Sekam dapat menjadi penyemangat bagi seluruh peserta dalam meningkatkan pengalaman dan gerakan pemberdayaan masyarakat.

MPM PWM Jawa Tengah Gelar Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat Angkatan Pertama di Kendal


Bagi MPM yang sudah bergerak di bidang pertanian, peternakan, maupun ekonomi kreatif, Sekam ini diharapkan mampu meningkatkan gerakannya. Sedangkan bagi yang belum, Sekam menjadi pemicu agar terwujud pemberdayaan masyarakat sesuai potensi lingkungan masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MPM PWM Jawa Tengah, Hery Sugiartono, menegaskan bahwa Sekam merupakan bagian dari agenda strategis MPM PWM Jawa Tengah dalam memperkuat kaderisasi. Melalui Sekam, MPM menyiapkan kader pemberdayaan yang memiliki kapasitas ideologis, kemampuan analisis sosial, serta kecakapan praksis untuk bekerja langsung di tengah masyarakat.

Sekam tiga hari ini tidak masalah, karena Sekam dengan durasi panjang justru ada di tengah masyarakat. Setelah kegiatan ini, peserta diharapkan bersama masyarakat melakukan pemberdayaan di ranting masing-masing sesuai potensi yang ada, tuturnya.

Hery juga menekankan pentingnya kemandirian kader dalam proses pemberdayaan. Ia mengingatkan agar peserta Sekam tidak hanya mampu menerangi masyarakat, tetapi juga dirinya sendiri.

Jangan seperti lilin, mampu menerangi tapi dirinya meleleh. Jadilah pelita, cahaya yang menerangi lingkungan dan dirinya juga terang benderang. Artinya, selain memberdayakan masyarakat, peserta Sekam juga harus berdaya dan memiliki usaha,” pesannya.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta Sekam menerima sejumlah materi strategis, antara lain Falsafah Pemberdayaan Masyarakat Muhammadiyah dan implementasinya, Teknik Pendampingan Masyarakat berbasis Participatory Rural Appraisal (PRA), Pengelolaan Budidaya Padi Mentari Muhammadiyah, Pengelolaan Budidaya Hortikultura Unggulan, Dinamika Kelompok, serta praktik lapangan sebagai penguatan implementasi di masyarakat.

Posting Komentar

0 Komentar