MPM PP Muhammadiyah Sampaikan Materi Falsafah Pemberdayaan Pada Pelatihan Sekam Se-Karesidenan Pekalongan


MPM PP Muhammadiyah Sampaikan Materi Falsafah Pemberdayaan Pada Pelatihan Sekam Se-Karesidenan Pekalongan


BREBES – Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat (MPM PP) Muhammadiyah memberikan materi tentang Falsafah Pemberdayaan dalam kegiatan Sekolah Kader Pemberdayaan (Sekam) Se-Karesidenan Pekalongan yang digelar di Universitas Muhammadiyah Brebes (UMBS). Jum'at (8/5/2026) malam.

Dalam pemaparannya, narasumber dari MPM PP Muhammadiyah Sobar M Johari menjelaskan bahwa gerakan pemberdayaan Muhammadiyah berakar dari spirit Al-Ma’un yang menekankan kepedulian sosial, keberpihakan kepada kaum lemah, serta gerakan nyata dalam membangun kemandirian masyarakat.

Materi yang disampaikan menyoroti pentingnya kontekstualisasi spirit Al-Ma’un dalam menjawab tantangan zaman. Gerakan pemberdayaan Muhammadiyah tidak hanya berbicara tentang bantuan sosial, tetapi juga membangun kesadaran kritis masyarakat, melakukan tajdid atau pembaruan pemikiran Islam, mendorong gerakan budaya untuk kemerdekaan, serta menciptakan terobosan sosial budaya di tengah masyarakat.

Selain itu, peserta Sekam juga diajak memahami bahwa Gerakan Al-Ma’un melahirkan sikap kerelawanan dan etos pengabdian atau noblesse oblige dalam menjalankan dakwah pemberdayaan.

Nilai tersebut menjadi landasan penting bagi kader Muhammadiyah dalam mengembangkan program pemberdayaan berbasis masyarakat.

Kegiatan Sekam Se-Karesidenan Pekalongan ini diikuti oleh kader-kader Muhammadiyah dari berbagai daerah Karesidenan Pekalongan Raya. Acara tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kader dalam menjalankan dakwah pemberdayaan yang berorientasi pada kesejahteraan umat dan kemajuan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, MPM Muhammadiyah berharap lahir kader-kader pemberdayaan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan sosial, ekonomi, dan budaya di tengah masyarakat sesuai dengan nilai-nilai Islam berkemajuan. 

Posting Komentar

0 Komentar