Pemalang – Kegiatan Perdana Monitoring dan Evaluasi serta Penjelasan Teknis RAT (Rapat Anggota Tahunan) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih digelar di Pendopo Kecamatan Comal. Rabu(25/2/2026).
Kegiatan ini menghadirkan para narasumber dari Diskumdag Kabupaten Pemalang sekaligus menjadi momentum penguatan tata kelola koperasi desa dan kelurahan agar semakin profesional dan berdaya saing.
Hadir sebagai narasumber yakni Sri Agustiningsih, SH, MH (Kabid Koperasi), Nihayatul Mazidah, S.Pi (Dinkop UKM Provinsi), serta Nana Joko Santoso (Dinkop UKM Provinsi).
Turut hadir Forkompimcam Comal meliputi Camat Comal Muchammad Maksum S.IP MM , Kapolsek AKP Iman Santoso SH, Danramil Kapt.Inf(Har)Shodikin. Serta para pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari setiap desa dan kelurahan yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara.
Dalam sambutannya, Camat Comal Muchammad Maksum S.IP MM menekankan pentingnya penguatan tata kelola koperasi sebelum melakukan ekspansi usaha. Ia menyampaikan bahwa fondasi internal yang kokoh menjadi kunci keberhasilan koperasi di masa depan.
Penguatan tata kelola internal harus menjadi prioritas. Digitalisasi administrasi perlu segera diterapkan dengan meninggalkan pencatatan manual dan beralih ke aplikasi akuntansi sederhana agar arus kas dan simpan pinjam dapat dipantau secara real-time oleh anggota, ujarnya.
Selain itu, Camat juga mendorong adanya sertifikasi dan pelatihan manajemen keuangan serta kewirausahaan bagi para pengurus koperasi agar standar operasional prosedur (SOP) dapat berjalan secara profesional. Transparansi laporan keuangan secara rutin, baik melalui papan pengumuman desa maupun grup WhatsApp anggota, juga dinilai penting untuk membangun kepercayaan (trust) anggota.
Lebih lanjut, Camat Comal menekankan pentingnya diversifikasi unit usaha. Koperasi, menurutnya, tidak boleh hanya bergantung pada usaha simpan pinjam, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat desa.
Beberapa unit usaha yang dapat dikembangkan antara lain penyediaan sarana produksi pertanian (saprotan) seperti pupuk, benih, dan pakan ternak secara kolektif untuk mendapatkan harga grosir; pengembangan pasar digital desa untuk memasarkan hasil bumi langsung ke kota atau melalui e-commerce; pembukaan grosir sembako dengan sistem bagi hasil (SHU); serta layanan PPOB dan keuangan seperti pembayaran listrik, pulsa, pajak PBB, hingga transfer bank.
Dalam aspek permodalan dan keanggotaan, Camat Comal juga mengusulkan skema simpanan kreatif seperti “Simpanan Pendidikan” dan “Simpanan Hari Raya”. Ia mendorong agar setiap warga yang bertransaksi di unit usaha koperasi diarahkan menjadi anggota aktif agar memperoleh manfaat SHU.
Koperasi hidup dari dan untuk anggota. Partisipasi anggota menjadi indikator utama kesehatan koperasi,” tegasnya.
Untuk mengukur keberhasilan, disampaikan pula analisis sederhana melalui rasio partisipasi, yakni perbandingan jumlah anggota aktif dengan total warga desa dikalikan 100 persen
Sementara itu, Danramil Comal menyampaikan bahwa pembangunan gedung koperasi hampir selesai. Melalui koperasi merupakan bagian dari upaya bersama dalam mendukung kemajuan wilayah.
Ia menegaskan bahwa TNI siap mendukung program-program pemberdayaan masyarakat yang berdampak pada kesejahteraan warga.
Kapolsek Comal AKP Iman Santoso SH menyampaikan bahwa koperasi merupakan wadah ekonomi kerakyatan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan sesuai aturan hukum.
Koperasi adalah milik bersama. Karena itu pengelolaannya harus jujur, terbuka, dan taat pada regulasi agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari, tegasnya.
Kapolsek juga mengingatkan agar seluruh pengurus memahami tugas dan kewenangannya masing-masing, terutama dalam pengelolaan keuangan. Administrasi yang rapi dan laporan yang jelas akan mencegah terjadinya kesalahpahaman maupun potensi konflik antar anggota.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan pelaksanaan RAT Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di wilayah Comal dapat berjalan lebih profesional, transparan, dan mampu menjadi penggerak utama ekonomi desa.(Red)


0 Komentar