Lazismu Menggelar Kegiatan Panen Perdana Ubi Jalar

Lazismu Menggelar Kegiatan Panen Perdana Ubi Jalar



Sukabumi- Lazismu menggelar kegiatan Panen Perdana Ubi Jalar dengan tema "Ekonomi Kuat, Petani Berdaya di Tengah Pandemi" di empat lokasi. Antara lain Desa Nangerang, Desa Sukalarang, Desa Batukarut, dan Desa Nangrak, Sukabumi, Rabu (15/9).

Ubi tersebut telah ditanam sebelumnya empat bulan silam, di atas lahan seluas 1 hektar. Hasilnya, dalam panen tersebut diperoleh sekitar 13,5 ton dengan perkiraan profit sebesar 10 juta rupiah dari modal tanam 30 juta rupiah. Jenis ubi yang dihasilkan antara lain Ubi Ungu, Ubi Jepang, dan Ubi Jalar Sukabumi.

Pada Kamis (16/9) Lazismu menggelar kegiatan Pemberdayaan UMKM, pelatihan produksi makanan berbahan dasar ubi jalar. Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan di ruang Foodcourt Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) bekerja sama dengan Fakultas Agribisnis UMMI.

Peserta pelatihan terdiri dari unsur organisasi otonom Muhammadiyah Sukabumi yang dikoordinir oleh Lazismu Sukabumi dan Kantor Layanan Lazismu di Sukabumi sebanyak 30 orang. Peserta diajarkan untuk membuat olahan berbahan dasar ubi menjadi produk setengah jadi dan produk jadi. Hasil dari produk tersebut diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi.

Program Tani Bangkit adalah program pemberdayaan petani oleh Lazismu. Program tersebut menggunakan sistem pertanian terpadu dan berbasis komunitas dalam bentuk bantuan modal, pendampingan, pelatihan, dan peluang pasar. Komoditas Ubi Ungu, Ubi Jepang, dan Ubi Jalar snagat diminati baik di pasar lokal maupun internasional, khususnya Korea dan Jepang.

Dalam menjalankan Program Tani Bangkit, Lazismu bekerja sama dengan BMT Daarussalam, Alfamidi, dan Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Sebelumnya, sudah ada permintaan ekspor dari Korea Selatan untuk 2 ton ubi.

Manajer Program Lazismu PP Muhamadiyah Falhan Nian Akbar menyebut bahwa ke depan, pihaknya akan tetap melanjutkan program tersebut sekaligus menambah tanaman ubi di tempat yang lain. Menurutnya, sebagai program yang terpadu serta terintegrasi, program tersebut tidak hanya selesai sekali tanam, melainkan akan berkelanjutan.

Lazismu juga membuat program pemberdayaan UMKM dengan melatih masyarakat untuk bisa mengolah ubi menjadi berbagai macam produk, baik setengah jadi maupun jadi. Lazismu membantu memberikan pelatihan, bantuan modal usaha, pendampingan, serta pemasaran, ujar Falhan kepada lazismu.org.

Suparno, salah satu petani mitra Lazismu yang menanam ubi mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Lazismu terhadap petani.(Red/yusuf)


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama